Halaman Depan

header-healthy-articles

Home Artikel Kram Kaki

Kram Kaki

Diterbitkan di Kategori Artikel Kesehatan
Ditulis oleh 

Kram kaki adalah nyeri akibat spasme otot di kaki yang timbul karena otot berkontraksi terlalu keras. Daerah yang paling sering kram adalah otot betis di bawah dan belakang lutut. Nyeri kram dapat berlangsung beberapa detik hingga menit dengan keparahan bervariasi.


Kram kaki biasanya terjadi saat kita beristirahat, bahkan mungkin sedang tidur. Orang tua lebih sering terkena kram daripada orang muda. Pada beberapa orang tua, kram bahkan bisa terjadi setiap hari.


Penyebab

Pada umumnya penyebab kram tidak diketahui (idiopatik). Pada beberapa kasus, kram mungkin terjadi karena masalah atau kondisi lainnya, misalnya:

  • Otot yang kelelahan
  • Penggunaan otot kaki yang berlebihan
  • Dehidrasi atau kurangnya cairan elektrolit tubuh yang keluar melalui keringat
  • Penumpukan asam laktat (Hasil metabolism di otot)
  • Ketidakseimbangan zat garam dalam darah (misalnya, kadar kalsium atau potasium terlalu rendah)
  • Kehamilan, terutama pada trimester akhir
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif
  • Penyempitan arteri kaki yang menghambat sirkulasi
  • Terganggunya oksigenasi dan sirkulasi darah ke jaringan otot
  • Gangguan saraf
  • Sirosis hati

Pada kondisi di atas, kram hanyalah satu dari beberapa gejala lainnya. Bila tidak ada gejala lain, kemungkinan besar kram bersifat idiopatik dan bukan karena kondisi di atas.


Penanganan

Gerakan pelemasan (stretching) dan pemijatan biasanya dapat meredakan serangan kram. Obat pengurang sakit biasanya tidak bermanfaat karena tidak cukup cepat bekerja. Namun, pengurang sakit seperti paracetamol mungkin bermanfaat meringankan nyeri dan lemas otot yang kadang masih berlangsung hingga 24 jam setelah hilangnya kram.

Apa yang harus dilakukan bila tiba-tiba mengalami kram pada kaki :

  • Cari tempat duduk / tempat bersandar
  • Lepaskan alas kaki / sepatu
  • Angkat telapak kaki yg sakit ke atas pangkuan
  • Jangan membungkuk, karena posisi membungkuk bisa menekan daerah perut
  • Perhatikan arah tekanan otot ketika terjadi serangan kram : bila kram menyebabkan jemari kaki dalam keadaan menguncup, gunakan tangan anda untuk secara perlahan menekan jemari kaki kearah atas hingga membuka kembali.
  • Bila kram telah reda, pijat telapak kaki agar aliran darah kembali lancar.

Serangan kram akan menyebabkan kontraksi yang membuat otot memendek, terapi ke arah berlawanan dengan serangan kram akan membantu membuat otot kembali memanjang, namun harus dilakukan dengan perlahan karena gerakan secara paksa / tiba-tiba dapat berisiko merobek serabut otot itu.

Apa yg sebaiknya dilakukan bila kram betis :

  • Segera duduk atau bersandar pada dinding
  • Secara perlahan, luruskan kembali lutut dengan bantuan tangan
  • Jika lutut telah kembali lurus, pijat betis untuk melancarkan peredaran darah
  • Lakukan peregangan kaki termasuk telapak kaki
  • Meski kram sudah mereda, istirahat dulu beberapa menit sebelum kembali beraktifitas

Cara pencegahan kram :

  1. Menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan cara banyak minum.  Minum setidaknya 6-8 gelas sehari, termasuk 1 gelas sebelum tidur.  Juga perbanyak minum sebelum, selama dan sesudah olah raga.
  2. Konsumsi makanan yang kaya kalsium, potasium dan magnesium. 1-2 pisang sehari dapat mencukupi kebutuhan potasium kita.
  3. Bila sering mengalami kram betis saat tidur, maka perlu melakukan pelemasan otot betis sebelum tidur, tidur dengan posisi yang mencegah otot betis tertekan, usahakan agar jari-jari & telapak kaki tidak menghadap ke bawah saat tidur
  4. Hindari menggunakan alas kaki dengan hak tinggi, jika terpaksa menggunakan hak tinggi dalam waktu lama, sesekali lepaskan agar jari kaki mempunyai kesempatan untuk beristirahat
  5. Pilih sepatu yang tak terlalu ketat di bagian ujungnya, agar jari-jari kaki tidak terlalu tertekan saat melangkah & mengakibatkan kurang lancarnya peredaran darah
  6. Lakukan olah raga jari kaki yaitu dengan menggerak-gerakkan jari kaki sambil berdiri /  duduk santai
  7. Sering merendam kaki / jari-jari kaki di air hangat dan memijatnya agar aliran darah lancar.
  8. Tidurlah dengan posisi yang mencegah otot betis Anda tertekan tanpa disadari:
    • Gunakan bantal untuk menyangga telapak kaki saat Anda tidur telentang.
    • Bila Anda tidur tengkurap, posisikan telapak kaki menggantung di ujung kasur.
    • Usahakan selimut tetap longgar di bagian kaki agar jari-jari dan kaki telapak tidak menghadap ke bawah saat tidur.

 

Berikan komentar

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan NAKAMURA dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Komentar bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.

Artikel lainnya

footer1